Sabtu, 23 Februari 2013

yang tak ada akhir

sementara aku lupa
siapa aku sebenarnya
tak pernah ku sangka
aku terjebak diantara dilema
yang terjadi begitu saja

mengenalnya adalah cinta
meninggalkanya adalah hampa
bisa menatap matanya adalah rasa
berlandaskan nafsu yang pokoknya patah

hai teman, mengapa harus
mengingat jalan yang putus
yang sudah aku hapus
masa lalu yang aku pun tak serius

aku sadar bahwa hati merah
yang selalu terbawa arah
adalah sesosok yang payah
dari gelapnya suara hati

pikirku itu adalah konyol
tapi kenapa baru sekarang sadar
tak sama halnya air mengalir
dari hulu sampai hilir

yang tak ada akhir
aku memang tak mahir
dalam urusan dengan hawa

1 komentar:

  1. tak ada yang akhir

    tapi manusia tahu ia akan bermuara, right?

    BalasHapus