Kamis, 29 Mei 2014

Tebarkanlah Salam

(source: google.com)

Satu kebiasaan yang ringan namun bisa jadi jarang diterapkan di tengah kehidupan kita sehari-hari adalah menyebarkan salam. Padahal banyak buah kebaikan yang bisa dipetik dari ucapan yang mengandung muatan doa ini. Sejalan dengan Islam itu sendiri yang merujuk pada keselamatan dunia maupun akherat lalu dalam aktivitas setiap harinya mereka menebarkan salam layaknya nada-nada yang tersusun rapih dan merdu untuk didingar. Kita sadari bahwa aktivitas mengucap salam digunakan saat kita ingin memasuki kediaman orang lain. Hal ini memang diperintahkan oleh Allah SWT dalam firmanya;
“Hai orang-orang yang beriman jangnlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya, yang demikian itu lebih baik bagimu agar kamu (selalu) ingat.” QS. An-Nur:27
Jelas sekali terdapat dua hal bahwa apabila ingin memasuki rumah orang lain maka harus meminta izin terlebih dahulu kepada pemilik rumah dan memberikan salam kepadanya. Begitu indahnya Islam mengajarkan tata krama budaya yang pada tujuan akhirnya ialah mendoakan si pemilik rumah selamat dunia akherat. Pada ayat lain menjelaskan bahwa mendoakan “semoga keselamatan dilimpahkan atas kamu” juga di perintahkan oleh-Nya
“Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: “Salaamun-alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barangsiapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” QS. Al-An’aam:54
Selain itu, ayat di atas mengandung pengertian bahwa Allah sangatlah pemaaf, apabila terdapat hambanya berbuat kejahatan lantaran kebodohanya yang tidak tahu lalu ia bertaubat maka apa yang ia telah perbuat akan diampuni. Tapi, tentunya dengan mengerjakan kebaikan secara berlanjut setelah bertaubat.
Namun, tak hanya memasuki rumah saja mengucap salam. Seperti saat kita sedang berada di majelis ilmu, berada dijalan, diitelfon, bahkan sampai dalam bentuk tulisan pesan singkat pun mendoakan kepada orang yang bahkan kita tidak kenal akrab akan menimbulkan rasa kasih sayang diantara mereka serta mempererat tali persaudaraan. Hal ini sejalan apa yang diriwayatkan oleh hadits;
“Hak seorang muslim atas muslim yang lain ada enam.” Beliau pun ditanya, “Apa saja, ya Rasulullah?” Jawab beliau, “Jika engkau bertemu dengannya, ucapkan salam kepadanya. Jika dia memanggilmu, penuhi panggilannya. Jika dia meminta nasihat kepadamu, berikan nasihat kepadanya. Jika dia bersin lalu memuji Allah, doakanlah dia. Jika dia sakit, jenguklah dia; dan jika dia meninggal, iringkanlah jenazahnya.” (HR. Al-Bukhari no. 1240 dan Muslim no. 2162)
keadaan masyarakat sekarang heterogen dalam satu tempat didalamnya terdapat orang islam maupun non islam. Mengingat tentang larangan jangan mendoakan orang kafir, apakah disini mengucap salam termasuk didalamnya. Lalu kita harus bersikap bagaimana. Kita bisa mengambil hikmah dari kisah Nabi Ibrahim AS seorang kekasih Allah karena sifatnya yang keras dan tegas terhadap sesuatu yang menyekutukan Allah dengan bapaknya seorang pembuat patung untuk disembah. Ketika Ibrahim mengajak bapaknya untuk kembali ke jalan yang lurus, bapaknya menolak. Namun Ibrahim tetap mendoakannya. Seperti tercantum dalam QS. Maryam: 47 dimana kisah tersebut dimulai dari ayat 41
Berkata Ibrahim: "Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.” QS. Maryam: 47
Coba kita bayangkan ketika orang non islam menjelek-jelekan kita namun kita membalasnya dengan doa. Sudah barang itu, bahwa agama islam itu terlihat indah mengajarkan kedamain disetiap sendi-sendi kehidupan. Mereka tetap mendoakan keselamatan terhadap lingkungan sekitar meskipun dicaci maki. Inilah yang patut kita amalkan dalam aktivitas sehari-harinya dalam rangka mencari ridlo dari Tuhan semesta alam yang maha pengasih lagi maha penyayang.
Mengucap salam yakni mendoakan keselamatan kepada orang lain tak lepas dari peran organ tubuh yang disebut lidah. Lidah memang tak bertulang, meski tak bertulang tapi lidah mampu menciptakan kedamaian dan sebaliknya bisa menimbulkan kekacauan dan bahkan peperangan. Bagaimana lidah seorang muslim terhindar dari memfitnah orang, menceritakan aib orang, memaki orang sampai kepada merayu dan menggoda orang. Akibat lisan rumah tangga orang bisa berantakan, sebuah organisasi bisa terpecah belah, sebuah negara bisa terjadi perang saudara.

Oleh karena itu, mari kita jaga lisan kita dari perkataan yang tak berguna dengan cara membasahinya dengan memuji-Nya ”subkhanallah” Maha Suci Allah dengan segala kebesaran-Nya. Serta tetap menebarkan keselamatan dan kedamaian dimuka bumi. Semoga Allah meridloi. Aammiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar