sementara aku lupa
siapa aku sebenarnya
tak pernah ku sangka
aku terjebak diantara dilema
yang terjadi begitu saja
mengenalnya adalah cinta
meninggalkanya adalah hampa
bisa menatap matanya adalah rasa
berlandaskan nafsu yang pokoknya patah
hai teman, mengapa harus
mengingat jalan yang putus
yang sudah aku hapus
masa lalu yang aku pun tak serius
aku sadar bahwa hati merah
yang selalu terbawa arah
adalah sesosok yang payah
dari gelapnya suara hati
pikirku itu adalah konyol
tapi kenapa baru sekarang sadar
tak sama halnya air mengalir
dari hulu sampai hilir
yang tak ada akhir
aku memang tak mahir
dalam urusan dengan hawa
tak ada yang akhir
BalasHapustapi manusia tahu ia akan bermuara, right?