Kita mestinya
salut akan kemajuan Korea Selatan, sehingga kita perlu giat berkontribusi untuk
belajar dari negeri gingseng tersebut. Seperti itulah apa yang disampaikan oleh
Dr. Mukhtasar Syamsuddin selaku Presiden International Association of Korean
Studies (INAKOS) dalam seminar bertemakan Korea-Indonesia Update 2014 “Hubungan
Korea Selatan dan Indonesia dalam Perspektif Politik, Sosial, dan Budaya” di
AR. Fachrudin A Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (30/4). Sementara itu Presiden Kim Sang-Kuk dari Vitamin House Korea
juga berharap bahwa perjanjian dan kerjasama yang dilakukan oleh kedua negara ini
(Korea Selatan-Indonesia) dapat dikembangkan lebih intens lagi.
“Indonesia dan
Korea bukan lagi sebatas kerjasama budaya, sudah meluas hingga tahap
pengembangan bersama kapal selam KF-X” jelas Dewi Savitri Wahab Direktur Asia
Timur dan Pasifik dari Kementerian Luar Negeri Indonesia.
Sebuah tarian
tradisional Korea ditampilkan diawal acara oleh beberapa penari remaja putri.
Gerakan lincah yang diperagakan oleh anak bangsa Indonesia menampilkan keelokan
ragam warna dan budaya. Ditambah perpaduan baju hanbook dengan jilbab
yang dikenakan beberapa penari seakan menambah indahnya silaturahmi antara
kedua negara.
“Aku suka
tarian mereka, tapi tetep aksen tarian Indonesia yang lebih keren. Sayangnya
tarian Indonesia gak ada,” papar Ninda Kalishta, mahasiswa Hubungan
Internasional UMY.(NOR)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar