Rabu, 02 Januari 2013

Media Cetak Menjadi Retak


Mahasiswa membaca koran?? Masih tren ga sih?? Di tengah zaman teknologi informasi yang sudah maju pesat yang lebih mudah dan praktis seperti sekarang menjadi tantangan berat untuk mengubah dari membaca informasi dari digital ke media cetak. Memang benar bahwa kemudahan dan praktis sudah disajikan dalam sebuah media online akan tetapi tak selamanya media digital itu baik, dampak buruk pun menanti salah satunya efek ketergantungan. Akibatnya, mahasiswa sekarang lebih akrab ke search engine google dari pada ke media cetak sebagai sumber informasi atau buku literatur.

Pada dasarnya setiap mahasiswa menginginkan semua tugas diselesaikan secara singkat, mudah dan benar dengan atau tanpa menghiraukan plagiatisme. Hal ini merupakan sikap yang tidak etis dalam pendidikan yang sedang berkoar-koar tentang pendidikan berkarakter Di Indonesia. Kita lihat saja mahasiswa yang mendapat tugas dari dosen untuk membuat paper atau makalah. Kebanyakan dari mereka mengcopy-paste  dari internet tanpa mencantumkan sumber yang mereka ambil.

Dalam kasus ini keberadaan media cetak sebagai sumber informasi semakin terancam hilang tanpa bekas. Sudah tampilan secara keseluruhan jelek, berita kurang update, harganya mahal pula bikin numpuk-numpukin sampah saja . kekurangan-kekurangan seperti ini lah yang membuat media cetak daya saingnya menjadi lemah ketimbang media online yang semakin hari laku untuk dikonsumsi.

Pada akhirnya kita bisa memilih mana yang baik untuk digunakan dan mana yang tidak. Diantara media cetak dan online terdapat kekurangan dan kelebihan masing-masing yang jika kita dapat menggabungkan untuk saling melengkapi akan menjadikan media informasi yang berkualitas. Oleh karena itu, mari jangan lupakan media cetak dengan cara membaca atau menggali informasi isi-isi didalamnya tanpa mengesampingkan media online. (Mujib)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar