Mahasiswa membaca koran?? Masih tren ga sih?? Di
tengah zaman teknologi informasi yang sudah maju pesat yang lebih mudah dan
praktis seperti sekarang menjadi tantangan berat untuk mengubah dari membaca
informasi dari digital ke media cetak. Memang benar bahwa kemudahan dan praktis
sudah disajikan dalam sebuah media online akan tetapi tak selamanya media
digital itu baik, dampak buruk pun menanti salah satunya efek ketergantungan.
Akibatnya, mahasiswa sekarang lebih akrab ke search engine google dari
pada ke media cetak sebagai sumber informasi atau buku literatur.
Pada dasarnya setiap mahasiswa menginginkan semua
tugas diselesaikan secara singkat, mudah dan benar dengan atau tanpa
menghiraukan plagiatisme. Hal ini merupakan sikap yang tidak etis dalam
pendidikan yang sedang berkoar-koar tentang pendidikan berkarakter Di
Indonesia. Kita lihat saja mahasiswa yang mendapat tugas dari dosen untuk
membuat paper atau makalah. Kebanyakan dari mereka mengcopy-paste dari internet tanpa mencantumkan sumber yang
mereka ambil.
Dalam kasus ini keberadaan media cetak sebagai sumber
informasi semakin terancam hilang tanpa bekas. Sudah tampilan secara
keseluruhan jelek, berita kurang update, harganya mahal pula bikin
numpuk-numpukin sampah saja . kekurangan-kekurangan seperti ini lah yang
membuat media cetak daya saingnya menjadi lemah ketimbang media online yang
semakin hari laku untuk dikonsumsi.
Pada akhirnya kita bisa memilih mana yang baik untuk
digunakan dan mana yang tidak. Diantara media cetak dan online terdapat
kekurangan dan kelebihan masing-masing yang jika kita dapat menggabungkan untuk
saling melengkapi akan menjadikan media informasi yang berkualitas. Oleh karena
itu, mari jangan lupakan media cetak dengan cara membaca atau menggali
informasi isi-isi didalamnya tanpa mengesampingkan media online. (Mujib)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar