Mempunyai
kelebihan dibidang akademik yakni IQ adalah suatu kebanggaan tersendiri. Akan
tetapi jika tidak diimbangi dengan
kelebihan dibidang spirit yakni EQ akan menjadi manusia yang
pintar tapi tidak punya akhlaq yang baik, yang dia itu pentinggi negara tapi dia seorang koruptor.
Oleh
karena itu, mahasiswa UMY patut berbangga dan bersyukur karena ia tidak hanya
dibimbing dibidang ilmu saja akan tetapi, akhlaq dan etika juga diajarkan
melalui sendi-sendi agama Islam.
Mahasiswa
UMY yang ideal yakni ia mempunyai karakter yang bagus, dan mengamalkan apa yang
diajarkan oleh agama islam. Seorang mahasiswa dituntut untuk belajar sendiri
selain ilmu yang disampaikan oleh dosen mahasiswa berusaha dengan mandiri.
Membuat jadwal aktifitas keseharian
juga diperlukan untuk menuju kesuksesan. Supaya mahasiswa bisa mengontrol waktu
untuk belajar, bermain, berorganisasi dan beribadah. Untuk berorganisasi
termasuk penting untuk ajang mengasah sosialisasi kita dalam bekerja di suatu
instansi kedepannya.
Idealnya
mahasiswa itu minimal mengikuti satu organisasi saja untuk mengisi waktu luang
supaya mahasiswa tidak mempunyai waktu untuk berbuat buruk. Karena tidak ada
waktu untuk melakukannya.
Kebanyakan
ikut organisasi juga tidak baik untuk kesehatan karena tubuh manusia mempunyai
hak untuk istirahat. Disamping itu olahraga, vitamin, makanan, dan minum yang empat sehat lima sempurna
menjadi alternatif untuk menjaga kesehatan. Jadi, mahasiswa sehat rohani dan
jasmani tanpa NAPZA.
Satu hal
yang tidak dilupakan yakni sholat lima waktu, terkadang mahasiswa lalai dalam
mendirikan sholat padahal ritual ini adalah yang terpenting dalam hidup. Ini
pun mendukung kecerdasan EQ. Jadi seimbang antara EQ dan IQ
Kesimpulannya
mahasiswa itu idealnya adalah belajar mandiri dalam hal ini meningkatkan gemar
membaca, bersosialisasi, sehat dan taat pada agama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar