Jumat, 05 Desember 2014

Selimut Biru

temanku kehilangan kakak kandungnya yang meninggal karena sakit yang luar biasa hari ini dua tahun yang lalu. frustasi yang ia tunjukan sekarang adalah perasaan normal pada umumnya, seolah-olah hidup gak adil kenapa harus kakaknya. survival is just bullshit, everybody gonna have endless vacation to the other dimension. yah itu mengingatkanku pada ibu ku sendiri, yang pergi ke dimensi lain karena sakit "masuk angin duduk" katanya. kabar itu seperti geledek di siang bolong. karena masa kecil sampe Mts kelakuanku jelek meski bukan perokok atau miras narkoba atau lainya. ia memasukan ku ke pondok di luar kota. pondok semi asrama, SMA yang berasrama tepatnya dalam aktivitas sehari-harinya selalu di masuki nilai-nilai agama membuatku bisa melihat mana benang merah dan mana benang putih, akhir semester kelas satu bapak ibu berkunjung ke solo untuk kulakan barang dagangan di pasar Klewer, banyak yang dibeli. saat itu aku dibelikan selimut biru garis putih yang banyak di pasaran. karena temen-temen lagi ngetren nya tas eiger, akupun ngotot untuk dibelikan tas yang mirip eiger.dan akhirnya dapat juga meski memelas sangat. setiap bulan sekali perpulangan selalu ada meski cuma sehari saja dirumah untuk melepas rasa kangen kampung halaman, saat pamitan mau berangkat ke penjara suci katanya, ibu meminta cium tiga kali karena merasa udah gede dan memalukan aku lakukan dua kali saja. selang satu minggu atau lebih saat jam kelas pagi menjelang siang dipanggil guru BP gak ngerti karena salah apa, aku dikabari bahwa ibu barusan meninggal dan aku disuruh segera pulang. saat itu.... bisa dibayangkan ekpresi normal yang ditunjukan semua orang yang muncul dari ku. Solo-Ngawi dua jam jarak tempuh, gak ngerti kenapa akulah satu-satunya dari empat anak yang gak punya foto bareng sama ibu, itu membuatku iri. sekarang, hidup mandiri adalah jalan yang musti ditempuh, dinginnya malam membeku menyadarkan ku bahwa selimut biru garis putih selalu menghangatkan. seandainya edo tensei yakni jurus menghidupkan yang mati benar-benar ada, aku ingin menghidupkannya sekali lagi untuk memeluk berucap, jangan mengkhawatirkanku lalu terimakasih, maaf dan selamat jalan.

Apa kabarmu ibu?


Jika diberi satu kesempatan untuk bertemu
aku ingin memelukmu erat
sebagai rasa ceritaku yang selalu aku pendam dalam air mata
aku ingin genggam tanganmu
dan takkan ku biarkan lepas
sehingga aku bisa melihat cahaya baru
diesok hari
dan akan selalu mengingat senyunmu
for remember your memory
i was so kid
always woke up first
ready food for us
went to a group
to sell a goods
when i back
you stand at door
to say "welcome home"
asked to eat
got rest well
got learn well
loud to help
i ignore you
i play game
later go home
you search for a while
missing her son
now, it is five years
long to see
smile
tears
love
hate
proud
happy
play
enjoy
gredd
hate
fate
everything
if you reborn as last seen
will you recognize
nigth changes
someone told that mom will know fastly
i wish so

Minggu, 01 Juni 2014

Miskin Membakar Uang



Penetapan Peraturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) No. 5 tahun 2014 di Kabupaten Kulon Progo menjadi contoh bagi kabupaten lain di Daerah Istime Yogyakarta. Diperlukan regulasi baik secara nasional maupun regional tentang menurunkan prevalensi perokok. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa di Kulon Progo terdapat adanya peningkatan morbiditas atau mortalitas penyakit akibat merokok. Prosentase belanja rokok kebanyakan dilakukan oleh kalangan orang miskin dibandingkan yang kaya, pada tahun 2011 BPS Kulon Progo mencatat Rp. 66Milyar habis digunakan untuk membelanjakan rokok. Hal ini disampaikan oleh dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG. dalam seminar Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Asri Medical Center (AMC), Sabtu (31/5).

Acara yang diusung oleh Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) ini di hadiri oleh dr. Hasto selaku Bupati Kulon Progo, Ir. Agus Nugroho Setiawan, M.P selaku kepala LPKA UMY serta pemberian penghargaan kepada Nur Lisnani Pamela selaku pemilik Pamela Swalayan delapan cabang di Yogyakarta yang tidak menjual rokok serta melarang bagi karyawan untuk merokok di tempat kerja.

Adapun rokok itu sendiri mengandung zat yang berbahaya bagi kesehatan. “Rokok itu kandungan radikal bebasnya yang menyebabkan resiko mata katarak” ungkap dr. Nurfifi Arliani, Sp.M dalam sambutanya selaku Direktur AMC.


“Saya datang kesini untuk lebih memantabkan hati saya berhenti untuk merokok, karena keinginan itu muncul dari diri saya pribadi dan beberapa tekanan dari luar untuk bersikap respect”, kata Ari peserta seminar. (Mj)

Jumat, 30 Mei 2014

Dalam Bayang

Pertama memandang
Belum kenal saja sudah rindu
Rasa apa ini
Serasa serius diiringi hati menggerus
Oh aku selalu terbayang wajahnya
Kusebut namanya akhirnya
Kucari siapa ia..
Mengapa ia..
Kenapa ia..
Dimana ia..
Bagaimana ia..
Kapan ia..
Lalu..
Kutanya angin malam
Katanya ia sudah aman
Bersama sinar meneranginya
Seraya aku diam
Dalam bayang kegelapan
Yang kubisa hanya memandangya
Tersenyum..

Jum’at, 30 Mei 2014

Kamis, 29 Mei 2014

Silaturahmi, Bukti Mesra Korea Selatan-Indonesia



Kita mestinya salut akan kemajuan Korea Selatan, sehingga kita perlu giat berkontribusi untuk belajar dari negeri gingseng tersebut. Seperti itulah apa yang disampaikan oleh Dr. Mukhtasar Syamsuddin selaku Presiden International Association of Korean Studies (INAKOS) dalam seminar bertemakan Korea-Indonesia Update 2014 “Hubungan Korea Selatan dan Indonesia dalam Perspektif Politik, Sosial, dan Budaya” di AR. Fachrudin A Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (30/4). Sementara itu Presiden Kim Sang-Kuk dari Vitamin House Korea juga berharap bahwa perjanjian dan kerjasama yang dilakukan oleh kedua negara ini (Korea Selatan-Indonesia) dapat dikembangkan lebih intens lagi. 
“Indonesia dan Korea bukan lagi sebatas kerjasama budaya, sudah meluas hingga tahap pengembangan bersama kapal selam KF-X” jelas Dewi Savitri Wahab Direktur Asia Timur dan Pasifik dari Kementerian Luar Negeri Indonesia.
Sebuah tarian tradisional Korea ditampilkan diawal acara oleh beberapa penari remaja putri. Gerakan lincah yang diperagakan oleh anak bangsa Indonesia menampilkan keelokan ragam warna dan budaya. Ditambah perpaduan baju hanbook dengan jilbab yang dikenakan beberapa penari seakan menambah indahnya silaturahmi antara kedua negara.

“Aku suka tarian mereka, tapi tetep aksen tarian Indonesia yang lebih keren. Sayangnya tarian Indonesia gak ada,” papar Ninda Kalishta, mahasiswa Hubungan Internasional UMY.(NOR)

Resensi Film: The Heirs "mirip film lokal"



aduh mama sayangeeee hee eee....
awalnya sih aku gak begitu suka dengan yang berbau korea, namun lingkungan yang medukungku untuk... yaa ngintiplah (bisa dibilang gitu, hihihhi)... aku rasa kalian sudah pernah nonton ni film "The Heirs", karena pemeranya lee min ho, (awalnya sudah nonton perannaya dalam film "City Hunter" (hehehe, ini juga gara2 temen aku) ya suka aja sih liat aktingnya).

film ini tak beda dengan film stroy line produk-produk lokal tanah air, ya.. orang korea dalam berkarya bikin film mereka berusaha sebagus mungkin dalam pengemasan produknya. kisahnya sih boleh dibilang anak pembantu miskin, cha eun sang (park shin hye) ketemu dengan Kim Tan (lee min ho) selaku anak kedua pewaris kekayaan perusahaan Jeguk Group. iya sih, dengan bumbu jatuh cinta namun terhalang oleh kasta tak membuat Kim Tan menyerah mempertahankan cha eun sang. anak muda banget sih, (yang nulis udah tua, hahaha).. dengan modal keberanian demi mimpi yang dilindungi di setiap pesan moral ini film.

ada satu tokoh yang aku suka, Young Do, beehh.... aduh mama sayangeeee eee... kerja kerasnya itu lo lima jempol banget. iya sih wajar saja this is his first love nya gitu looh (maklmum belum pengalaman, hahaha). ceritanaya sih mau ngerebut si eun sang. namun tu cewek udah memilih si kim tan untuk menjaga hatinya.
overall keren, mirip banget sih sama sinetron dan ftv lokal, bedanya pengemasan tampilan mereka lebih serius saja.

this is a real life


melihat kehidupan nyata didepan mata
entah mau tersadar atau biar pudar
serasa saya tak pantas atas semangatnya
selalu merasa kaya walau tak punya
sedang saya bisanya terenga-enga
mana yang pertama atau kedua atau ketiga
dia hanya mencari "wining way"
lalu memikul beban dan "take away"
dan kiranya ada juara disana


kisah lain berkata
satu sisi mencoba setia
selalu berkata "aku akan mencintainya"
saat kami bersama
kami sedang disurga
melihat indahnya bunga
dan kami menikmatinya
namun harta berkata, "aku yang berkuasa"
"mau apa??!!"


sama juga halnya mimpi

berbalut asa dan sepi
diiringi dengan melodi hati
ketika PE-MIMPI dikakhiri "N"
menjadi PEMIMPIN
dia hanya bisa bermimpi
berusaha demi aktualisasi
saya bergumam "hiduplah dalam mimpi''
lalu bangun untuk realisasi

Tebarkanlah Salam

(source: google.com)

Satu kebiasaan yang ringan namun bisa jadi jarang diterapkan di tengah kehidupan kita sehari-hari adalah menyebarkan salam. Padahal banyak buah kebaikan yang bisa dipetik dari ucapan yang mengandung muatan doa ini. Sejalan dengan Islam itu sendiri yang merujuk pada keselamatan dunia maupun akherat lalu dalam aktivitas setiap harinya mereka menebarkan salam layaknya nada-nada yang tersusun rapih dan merdu untuk didingar. Kita sadari bahwa aktivitas mengucap salam digunakan saat kita ingin memasuki kediaman orang lain. Hal ini memang diperintahkan oleh Allah SWT dalam firmanya;
“Hai orang-orang yang beriman jangnlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya, yang demikian itu lebih baik bagimu agar kamu (selalu) ingat.” QS. An-Nur:27
Jelas sekali terdapat dua hal bahwa apabila ingin memasuki rumah orang lain maka harus meminta izin terlebih dahulu kepada pemilik rumah dan memberikan salam kepadanya. Begitu indahnya Islam mengajarkan tata krama budaya yang pada tujuan akhirnya ialah mendoakan si pemilik rumah selamat dunia akherat. Pada ayat lain menjelaskan bahwa mendoakan “semoga keselamatan dilimpahkan atas kamu” juga di perintahkan oleh-Nya
“Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: “Salaamun-alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barangsiapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” QS. Al-An’aam:54
Selain itu, ayat di atas mengandung pengertian bahwa Allah sangatlah pemaaf, apabila terdapat hambanya berbuat kejahatan lantaran kebodohanya yang tidak tahu lalu ia bertaubat maka apa yang ia telah perbuat akan diampuni. Tapi, tentunya dengan mengerjakan kebaikan secara berlanjut setelah bertaubat.
Namun, tak hanya memasuki rumah saja mengucap salam. Seperti saat kita sedang berada di majelis ilmu, berada dijalan, diitelfon, bahkan sampai dalam bentuk tulisan pesan singkat pun mendoakan kepada orang yang bahkan kita tidak kenal akrab akan menimbulkan rasa kasih sayang diantara mereka serta mempererat tali persaudaraan. Hal ini sejalan apa yang diriwayatkan oleh hadits;
“Hak seorang muslim atas muslim yang lain ada enam.” Beliau pun ditanya, “Apa saja, ya Rasulullah?” Jawab beliau, “Jika engkau bertemu dengannya, ucapkan salam kepadanya. Jika dia memanggilmu, penuhi panggilannya. Jika dia meminta nasihat kepadamu, berikan nasihat kepadanya. Jika dia bersin lalu memuji Allah, doakanlah dia. Jika dia sakit, jenguklah dia; dan jika dia meninggal, iringkanlah jenazahnya.” (HR. Al-Bukhari no. 1240 dan Muslim no. 2162)
keadaan masyarakat sekarang heterogen dalam satu tempat didalamnya terdapat orang islam maupun non islam. Mengingat tentang larangan jangan mendoakan orang kafir, apakah disini mengucap salam termasuk didalamnya. Lalu kita harus bersikap bagaimana. Kita bisa mengambil hikmah dari kisah Nabi Ibrahim AS seorang kekasih Allah karena sifatnya yang keras dan tegas terhadap sesuatu yang menyekutukan Allah dengan bapaknya seorang pembuat patung untuk disembah. Ketika Ibrahim mengajak bapaknya untuk kembali ke jalan yang lurus, bapaknya menolak. Namun Ibrahim tetap mendoakannya. Seperti tercantum dalam QS. Maryam: 47 dimana kisah tersebut dimulai dari ayat 41
Berkata Ibrahim: "Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.” QS. Maryam: 47
Coba kita bayangkan ketika orang non islam menjelek-jelekan kita namun kita membalasnya dengan doa. Sudah barang itu, bahwa agama islam itu terlihat indah mengajarkan kedamain disetiap sendi-sendi kehidupan. Mereka tetap mendoakan keselamatan terhadap lingkungan sekitar meskipun dicaci maki. Inilah yang patut kita amalkan dalam aktivitas sehari-harinya dalam rangka mencari ridlo dari Tuhan semesta alam yang maha pengasih lagi maha penyayang.
Mengucap salam yakni mendoakan keselamatan kepada orang lain tak lepas dari peran organ tubuh yang disebut lidah. Lidah memang tak bertulang, meski tak bertulang tapi lidah mampu menciptakan kedamaian dan sebaliknya bisa menimbulkan kekacauan dan bahkan peperangan. Bagaimana lidah seorang muslim terhindar dari memfitnah orang, menceritakan aib orang, memaki orang sampai kepada merayu dan menggoda orang. Akibat lisan rumah tangga orang bisa berantakan, sebuah organisasi bisa terpecah belah, sebuah negara bisa terjadi perang saudara.

Oleh karena itu, mari kita jaga lisan kita dari perkataan yang tak berguna dengan cara membasahinya dengan memuji-Nya ”subkhanallah” Maha Suci Allah dengan segala kebesaran-Nya. Serta tetap menebarkan keselamatan dan kedamaian dimuka bumi. Semoga Allah meridloi. Aammiin

Eksistensi Persma dan Pengaruhnya




                     Pers Mahasiswa sebagai wadah mahasiswa merupakan entitas penting dalam sebuah civitas akademik. Persma memiliki salah satu perbedaan yang mendasar dari pada pers mainstream, yaitu Persma dapat lebih leluasa karena cenderung lebih ideologis dari pada pers umum, dikarenakan kurangnya motif ekonomi di balik kegiatan jurnalistiknya. Itulah salah satu gagasan yang diungkapkan oleh Bambang Wahyu Nugroho, S.IP., M.A. dalam diskusi “Eksistensi Persma dan Pengaruhnya” yang diadakan oleh LPPM Nuansa di ruang sidang Fakultas Ekonomi UMY, Jum’at (2/5).
                     Bambang menjelaskan bahwa pengaruh reformasi tahun 1998 terhadap pers Indonesia salah satunya ialah dimulainya masa kebebasan pers di Indonesia. Kontras dengan nuansa pers Indonesia yang sebelumnya penuh dengan kontrol dan intervensi pemerintah, pasca Reforamasi kebebasan pers mulai terlihat, walau tidak mengurangi kesalahpahaman pers. Kesalahpahaman pers antara lain kesalahan interpretasi masyarakat terhadap berita yang disediakan pers.
                     Berbeda dengan pers mainstream, Persma memiliki peran dan fungsi tersendiri. Salah satunya ialah pengembangan diri mahasiswa. Selain prestasi akademik, mahasiswa perlu mengembangkan kemampuan fisik dan penalarannya, dan Persma merupakan wadah pengembangan penalaran. Selain sebagai wadah penalaran, Persma juga berfungsi sebagai wadah kritik sosial untuk meningkatkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Jika tidak ada kritik dalam civitas akademika, maka Tri Dharma Perguruan Tinggi tidak akan berkembangujar dosen HI yang akrab dipanggil BWN.
                     Dikarenakan konsumen dari produk Persma mayoritas adalah civitas akademika, maka peran Persma sebagai media penganalisis masalah luar untuk khayalak kampus adalah salah satu peran utama dari Persma, jika bukan terpenting. “Jika misalnya berita dari luar kampus kemudian diliput oleh Persma untuk konsumsi kampus, itu adalah merupakan salah satu perwujudan fungsi Persma” jelasnya. (Aqil)







Rabu, 19 Maret 2014

BANDARA ADJISUTJIPTO: WAKTUNYA SHOLAT



Perhatian, sudah saatnya memasuki waktu sholat magrib untuk daerah Yogyakarta, sekali lagi sudah saatnya memasuki waktu sholat magrib untuk daerah Yogyakarta, terimakasih. Seperti itulah yang terdengar di Bandara Internasional Adjisutjipto Yogyakarta, Rabu (19/3).

Terasa aneh mendengar pengumuman informasi yang menyampaikan waktunya untuk sholat saat berada di bandara. Mengingat bandara merupakan tempat umum yang tak terbesit dalam benak sekalipun informasi seperti itu akan disampaikan. “ini hanya terjadi di bandara Yogyakarta saja dibandara Jakarta saja gak ada”, ungkap Alif pengunjung yang baru datang dari Jakarta.

Hal ini sejalan dengan langsung penuhnya tempat sholat di bandara. Salah satu makmum sholat magrib mengungkapkan bahwa semua terasa akan tenang jika sudah melaksanakan sholat serunya. Namun, yang menjadi keluhan adalah tempat sholat yang sempit serta tempat wudhu yang tidak ada khusus untuk muslimah. (MJ)

Senin, 17 Maret 2014



NO - Data mengatakan bahwa dari 250 juta pendudukan Di Indonesia hanya 1,25% yang menjadi pengusaha artinya hanya sekitar 3,25 juta penduduk yang mempunyai usaha memproduksi barang sisanya hanya sekedar mengkonsumsi saja. Oleh karena itu, Indonesia merupakan merupakan pasar yang empuk bagi pengusaha dan investor asing yang bebas masuk menguasai perekonomian nasional.
Seperti itulah apa yang disampaikan oleh Shofa Al Farisi Latief, S.IP yang merupakan owner “mlaku2” Oblong Souvenir Jogja sekaligus alumni Hubungan Internasional UMY 2010 dalam Seminar Entrepreneur Motivasi dan Hipnoterapi yang diadakan oleh Koperasi Mahasiswa (KOPMA) dengan mengusung tema “Lejitkan Mimpimu Raih Kesuksesanmu” di AR. Fachrudin B Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu(26/10)
 Dalam seminar tersebut juga di isi oleh Ibu Noor Liesnani Pamela pemilik supermarket terbesar “Pamela” di Jogja bersama Prof., Dr. Heru Kurnianto Tjahjono, SE., M.M dosen S3 UMY yang menyampaikan Motivasi Kepemimpinan Intrapersonal dan Hipnoterapi di penghujung acara.
Shofa juga memaparkan bahwa tidak semua orang yang berusaha atau melakukan usaha itu seorang entreprenuership karena pada dasarnya kunci entrepreneur menghasilkan growth yakni pertumbuhan dan perkembangan pendapatan dalam hal melakukan usaha. Selain itu,  memulai usaha tidak lepas dari 3M, memulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, mulai dari sekarang dan 3M yang lain adalah motivasi yang kuat, mind set yang tepat dan make it. Disisi lain, untuk memulai usaha tidak lepas dari modal, seorang pengusaha tidak lepas dari DUIT yaitu Doa, Usaha, Ikhtiar dan Tawakal.
Ibu Pamela yang memulai usaha dalam bidang pemenuhan sandang dan pangan sejak tahun 1979-an menambahkan bahwa dalam memulai bisnis tidak lepas dari langkah-langkah untuk mengawali usaha. “Seorang pengusaha harus mempunyai pertama, keyakinan bahwa bisnis yang dilakukan harus menang. Keyakinan ini penting untuk mendasari pola pikir dalam berusaha. Kedua, pengusaha harus mempunyai sifat mau belajar dalam berbisnis. Ketiga, tentukan pilihan bisnis yang tepat menurut pengusaha. Keempat, lakukan segera dan tekuni” tandas pemilik tujuh cabang supermarket terbesar jogja sekaligus ibu yang sudah memiliki sepuluh orang cucu.
“Seorang pengusaha dalam memimpin harus mempunyai pengaruh yang tak lepas dari dua poin yaitu, position power dan personal power” jelas Prof., Heru mengenai pentingnya keberadaan kekuatan posisi dan kekuatan personal dalam diri pengusaha yang mana dapat mempengaruhi sukses atau tidaknya usaha yang dijalankannya.
Di penghujung acara Prof. Heru juga melakukan hipnoterapi yang bertujuan untuk menghilangkan energi-energi negatif serta menyebarkan energi-energi positif kesesama peserta seminar. “saya sangat senang mengikuti acara ini, disamping kita mendapat ilmu tentang entrepreurship kita juga bisa mendapatkan terapi mental di akhir acara”, kata Riswandi peserta seminar sekaligus mahasiswa Ekonomi Akuntansi UMY. (thon/MJ)


NO - Perusahaan swasta sudah menguasai sektor ekonomi Indonesia yang berarti orang asing-lah yang menguasai negeri yang melimpah akan sumber daya alamnya. Mengingat perjuangan para pahlawan Indonesia yang telah berjasa memperjuangkan darah dan nyawa hanya untuk kemerdekaan negaranya serasa sudah lupa bahwa Negara ini sudah dikuasai oleh perusahaan asing. Salah satu cara untuk memiliki Negara ini lagi adalah dengan berinvestasi membeli saham perusahaan asing. 
 
Seperti itulah yang disampaikan oleh Hery Gunawan Muhammad selaku kepala koordinator wilayah Jawa Tengah First Asia Capital, dalam acara Sosialisasi Acuan Kepemilikan Sekuritas (AKSes) oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di gedung AR. Fahruddin B Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Jumat (15/11). 
Dalam sosialisanya tentang AKSes, Hery memaparkan tentang pentingnya transparansi dalam penyimpanan aset dan saham. Selain itu, ia juga meyakinkan bahwa investasi yang mereka maksudkan ini dapat dipercaya karena dipantau setiap saat. “Para investor harus tahu tentang asetnya disimpan, transparasi tentang dimana sahamnya berada juga musti paham dan investasi ini bukan investasibodong karena mereka punya transparasi dan bisa langsung dipantau setiap saat serta dibawahi langsung oleh menteri keuangan” paparnya.
Hery menambahkan bahwa acara sosialisasi ini adalah  serangkaian dari aksi 1000 investor yang akan diadakan tanggal 21 November 2013 di Sportorium UMY dengan mahasiswa sebagai sasaran utamanya.”Sasaran kami adalah mahasiswa supaya mereka pro-aktif di pasar modal dengan membeli saham-saham perusahaan public maupun swasta” tandasnya.
Salah satu peserta sosialisasi mengungkapkan tentang pentingnya mengetahui langkah dalam berinvestasi. “Sangat bermanfaat sekali untuk tahu bagaimana langkah yang harus diambil dalam berinvestasi di pasar modal, supayangga’ ketipu. Disisi lain harapan saya pribadi ingin membeli semua perusahaan asing supaya kami bisa menikmati dengan puas sumber daya alam maupun manusia yang bangsa ini punya.” Ungkap Wahyu, mahasiswa Akuntansi 2011 saat diwawancarai diakhir acara. (thon/MJ)


NO- Kepanduan Hizbul Wathon harus mempunyai prinsip 1% teori kemudian sisanya 99% berkeringat dalam hal ini buktikan dengan aksi untuk masyarakat karena mereka membutuhkan bukti kerja bukan hanya sekedar teori dalam kelas.
            Seperti itulah yang disampaikan oleh Prof. Bambang Cipto selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dalam sambutan pelantikan Hizbul Wathon (HW) yang mengusung tema ‘Perkuat Barisan Dalam Ukhuwah Islamiyah’, bertempat di gedung AR. Fachrudin B lt.5 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ahad (15/12).
Acara pelantikan tersebut dihadiri oleh Dede Haris Sunarno selaku Pimpinan Hizbul Wathon wilayah Muhammadiyah. Dede menyampaikan pesan, bahwa pendirian HW Qobilah UMY yang pertama kalinya ini diharapkan agar pengurus yang telah dilantik dapat menjaga amanah yang telah diberikan kepada mereka, salah satunya adalah dengan membuktikannya melalui perbuatan dan tindakan.
“perlu diperhatikan bahwa amanah yang diemban harus dijaga dan dibuktikan dalam aktivitas sehari-har,i bahwa HW tidak hanya berhenti diucapan saja tapi juga aksi nyata” paparnya.
Dimas selaku Pimpinan HW terpilih, mengharapkan minat mahasiswa akan meningkat dalam mengikuti kegiatan kepanduan ini, karena HW sendiri merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa yang langsung dibawahi oleh UMY. Selain itu, diharapkan HW qobilah UMY yang baru saja berdiri ini dapat terus berkembang menjadi lebih baik dalam hal pengaplikasian setiap kegiatannya.
“HW sendiri merupakan unit kegiatan mahasiswa yang langsung dibawah kampus, harapannya minat mahasiswa dapat bertambah serta dalam implementasi kegiatan HW sendiri semoga nantinya dapat lebih tertata lagi.” ungkap Dimas. (Thon/MJ)

TAPAK SUCI NATIONAL CHAMPIONSHIP UMY OPEN: LATIH SPORTIFITAS REMAJA




Sportifitas sangat erat kaitannya dengan sifat jujur. Tentunya sifat jujur ini akan dibawa para peserta dalamkehidupan sehari-hari, terlebih dalam hal pendidikan. Siswa,sedini mungkin harus dilatih jujur agar terhindar dari kegiatan “menyontek” di sekolah.  
Demikianlah yang disampaikan oleh Dahlan Rais selaku Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam Pembukaan acara Tapak Suci National Championship UMY Open 2013, yang turut dihadiri oleh Rektor UMY Bambang Cipto, MA beserta Pimpinan Pusat Tapak Suci, M. Afnan Zamhari P.Ua di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ahad (29/12).
Tapak Suci National Championship yang diselenggarakansebagai ajang untuk melatih sportifitas bagi remaja SMA dalam bidang olahraga seni bela diri ini dilangsungkan dari 29 Desember hingga 2 Januari 2014, dan diikuti oleh 477 peserta dari 65 kontingen seluruh Indonesia.
Dahlan juga mengungkapkan bahwa dalam memaknai sebuah pertandingan, kemenangan bukanlah menjadi tujuan terakhir namun bagaimana seorang atlet dapat belajar untuk bersikap sportif terhadap lawan.
 “Menjadi pemenang dalam kejuaraan ini bukanlah tujuan akhir, akan tetapi bagaimana supaya atlet dapat mengakui serta menghargai lawan”, ungkapnya.
M. Afnan Zamhari PUa. selaku Pimpinan Pusat Tapak Suci menambahkan bahwa acara ini pada dasarnya dilaksanakan sebagai alat untuk mempererat tali persaudaraan sesama anggota Tapak Suci dan Muhammadiyah. “acara ini mempererat tali silaturahmi anggota tapak suci dan muhammadiyah dan juga sebuah ajang evaluasi pembinaan dan pendidikan Muhammadiyah
Afnan menambahkan harapannya bahwa dengan diadakannya Tapak Suci National Championship UMY Open ini dapat memunculkan tokoh-tokoh yang kuat bukan hanya fisik namun akal juga aqidah “harapan dari diadakanya Tapak Suci National Championship UMY Open ini dapat menjadi bukti bahwa Tapak Suci masih eksis keberadaanya serta dari sini muncul tokoh-tokoh yang kuat fisik, akal serta aqidah untuk kemajuan bangsa“ kata Afnan. (MJ)

Di setiap tahun baru selalu ada harapan baru untuk menggapai impian negeri yang belum terwujud di tahun sebelumnya. Seperti halnya masalah ekonomi, politik, sosial budaya, pendidikan dan masih banyak lagi yang masih belum tercapai targetnya di tanah air kita tercinta. Negara yang disebut dengan ‘Macan Asia’ ini akan mengadakan pesta rakyat, yakni pemilihan presiden baru untuk perubahan yang lebih nyata dalam waktu lima tahun kedepanya, seperti kesenjangan sosial dalam masyarakat sudah tak bisa dielak lagi. 
Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin sengsaraBetapa tidak, mengemis menjadi pekerjaan yang lumrah dan bukan lagi pekerjaan yang hina. Alhasil pengemis pun dapat berpenghasilan puluhan juta dalam sebulan. 
Masalah korupsi pun sudah mengakar kuat pada sendi-sendi para politikus yang tinggal di gedung megah. Mereka nilep uang negara yang dibayarkan oleh rakyat untuk kepentingan pribadi, tanpa memikirkan akibatnya. Korupsi pun tidak hanya terjadi di kalangan pejabat, namun juga dalam keseharian masyarakat. Korupsi kecil-kecilan pun sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan masyarakat, yaitu dimulai dengan korupsi waktu dan berujung pada korupsi uang.
Disisi lain, semua cawapres sedang mengantri nomor urut, disisipi pula dengan janji-janji manis. Mulai dari pencitraan melalui media masa hingga memasang baliho iklan berisi jargon-jargon yang manis. Seolah masyarakat dipaksa untuk memilihSalah satunya dengan melalui doktrin yang secara kasat mata dalam bentuk tayangan iklanmenampilkan citra baik bak paling berprospek, punya visi yang jelas dan tegas. Mereka bukan lah orang yang bodoh jika dilihat dari segi pendidikan, cerdas dan cakap dalam bidangnya. Menjadi pertimbangan masyarakat dalam menentukan pilihan. Namun nilai moral tindakan mereka menyimpang, tidak sesuai norma adat istiadat, jelas ini salah. Apalagi mereka yang melakukan kejahatan berbaju sebagai orang muslim. 
Masyarakat sulit untuk mentukan sosok yang pantas dipilih untuk memimpin negara yang sudah kritis akan moral. Di depan rakyat mereka tersenyum siap untuk melayani rakyat apapun yang terjadi, namun ada siasat buruk dibaliknya. Akan tetapi, hal yang tidak mustahil ada pada bangsa ini yaitu mempunyai orang yang memang benar-benar punya kemampuan dalam memimpin. Maka kita sebagai pemuda penerus bangsa, mulai koreksi kekurangan serta mempertahankan dan meneruskan apa yang telah menjadi cita-cita leluhur bangsa ini. Jangan sampai ada pernyataan “berikan aku sepuluh pemuda maka aku akan membuatboyband!” (MJ)