Sabtu, 22 Juni 2013

Kutipan tentang Tim Sepak Bola Man. City

Bek Leeds United Jason Pearce menganggap para pemain Manchester City yang berbanderol selangit tidak mengerti makna sepakbola sesungguhnya.

Sang defender menyatakan antipatinya pada pemain-pemain mahal The Citizens. Bagi Pearce, para penggawa yang berada di City tidak akan pernah tahu bagaimana penderitaan para pemain 'kelas bawah'.

"Para pemain top terkadang tidak tahu berkah yang telah mereka dapatkan. Ketika saya di Portsmouth musim lalu, saya harus mengorek uang," ujar Pearce.

"Saya masih berutang dengan Portsmouth, dan saya tahu banyak para pemain lainnya yang juga sama seperti saya musim lalu."

"Saya bersedia menerima persentasi pemotongan demi membantu mereka. Saya ingin membantu mereka dengan cara apapun yang saya bisa."

"Inilah bedanya antara Liga Primer Inggris dengan liga-liga lain. Kami harus menerima penangguhan gaji untuk beberapa bulan, kami tidak dibayar, dan meminjam uang."

"Saya bisa bertaruh, para pemain Manchester City tidak pernah khawatir soal masalah seperti ini. Berbeda kehidupan dengan saya, berbeda juga dengan dunia mereka."

"Mereka bekerja keras untuk uang mereka, namun mereka harus sadar jika fans datang membayar dan menonton mereka yang berharga tinggi."

"Itulah kenapa saya rasa para fans berhak mengeluarkan pendapat mereka dan mencemooh para pemain," tuntas Pearce.

The Demo!

 mengingat pas waktu SMA, ikut demo menentang kelakuan Israel atas Palestina. berjalan dari mangkunegaraan ke altar.

Kamis, 20 Juni 2013

FINAL UCL: JUARA ADALAH SEGALANYA

 

Sudah saatnya pertandingan besar antara Borussia Dortmund kontra Bayern München untuk beradu di partai final League Champion 2013. Hal yang paling ditunggu dalam permainan sepakbola ini ialah momen-momen sajian gol indah, tensi permainan dilapangan serta taktik jitu yang akan diterapkan oleh Juergen Klopp dan Jupp Heynckes.

Pertemuan dua tim raksasa Jerman Borussia Dortmund kontra Bayern München dipartai final bisa dikatakan final ideal diera sepak bola modern. Sebab, dipartai perempat final kedua tim tersebut mampu mangalahkan tim raksasa asal matador Barcelona dan Real Madrid dengan kemanagan yang memuaskan.

Kubu Die Rotten (julukan Bayern) sendiri mengincar treble winner untuk musim ini setelah mampu mengunci title juara Bundes Liga dengan selisih poin 25 dengan rivalnya Borussia Dortmund. Sementara kedalaman tim Bayern mempunyai pemain yang berkualitas di tim inti maupun cadangan. Hal ini sangat memudahkan babagi sang pelatih, Heykness untuk meracik taktik jitu guna memperesembahkan treble musim ini diakhir kepelatihanya musim ini.

Menurut gelandang serang Bayern, Franck Ribery, Die Borussen (julukan Dortmund) mempunyai keunggulan dari segi fisik dan kuat saat bertahan, membuat mereka menjadi tim yang sulit untuk dikalahkan."Kami tahu Borussia Dortmund luar dalam. Akan krusial untuk tidak menempatkan terlalu banyak tekanan pada diri kami. BVB adalah tim yang sulit untuk dilawan," ujar Ribery situs resmi Bundesliga.

Sementara dikubu Dortmund Sendiri meski diterpa gosip akan kepindahan para pemain bintangnya seperti Robert Lewandoski dan Mario Goetze dimusim depan namun dipartai final nanti mereka siap bartarung mati-matian untuk mendapatkan satu-satunya gelar juara musim ini bagi tim. “Saya dan tim ini, tentu saja, percaya bahwa kami bisa mengalahkan Bayern. Kami tidak pernah kalah dari mereka di Bundesliga musim ini. Itu menunjukkan bahwa kami bisa mengancam mereka," ujar gelandang Dortmund Sebastian Kehl yang kini
berusia 33 tahun.

Lalu siapakah yang akan jadi juaranya? Para pencinta bola tentunya tidak akan sabar dengan final championsip 2013 yang akan diselenggarakan di Wembley Stadium Minggu, (26/05/2013) dini hari. (@MujibZuhdi)

SEKOLAH PASAR MODAL: Mari Investasi

SEKOLAH PASAR MODAL: Mari Investasi

 
Bekerja keras dan belajar untuk menjadi investor muda, seperti itulah yang disampaikan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Prof. Dr. Bambang Cipto, MA, dalam acara Sekolah Pasar Modal di AR. Fachruddin B UMY. Selasa (14/05). Acara yang diadakan oleh Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) UMY dan Galeri Investasi Buersa Efek Indonesia diikuti oleh 250 peserta serta berlangsung selama dua hari mulai dari tanggal 14-15 Mei.
Sekolah pasar modal ini dihadiri oleh Tim Edukasi dari Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Kliring Penjaminan Efek Indonsia KPEI, Analyst PT First Asia Capital Indonesia serta Brance Manager PT First Asia Capital Yogyakarta
Syarifuddin selaku pembicara dari Kustodian Sentral Efek Indonesia KSEI mengungkapkan bahwa jumlah investor di Indonesia sebanyak 350.000 dikategorikan sedikit jika dibandingakan dengan jumlah penduduk Indonesia yang tergolong masyarakat konsumtif. Masyarakat awam mengeria menanam investasi itu tidak aman sehingga jumlah investor di Indonesia sedikit. Beliau meyakinkann “investasi dalam bentuk saham itu jelas, kuncinya adalah paham tentang cara menanam saham”. Harapannya setelah acara sekolah pasar modal  ialah semakin banyak yang mau berinvestasi, tambah Syarifuddin.
Dalam diskusi sekolah pasar modal, Bapak Irvan Noor Riza selaku perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan investasi merupakan penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan serta komitmen  pengolahan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan memperoleh sejumlah keuntungan dimasa mendatang.
Noor Riza mengatakan di Yogyakarta banyak kasus investasi bodong, hal inilah yang menyebabkan masyarakat tidak mau investasi saham. Beliau menambahkan manfaat investasi dalam bentuk saham pertama, proteksi terhadap gejolak inflasi (melindungi kekayaan/aset), kedua, peningkatan nilai kekayaan/aset di masa yang akan datang, ketiga, mengantisipasi ketidak pastian pendapatan di masa yang akan datang.
“Acara tersebut sangat mengesankan dan bermanfaat bagi kita sebagai mahasiswa yang ingin sukses kedepanya dalam investasi” kesan Handy Yuniar salah satu perserta  sekolah pasar modal. Tanamkan jiwa investor sedini mungkin agar kita kelak kita bisa menikmati hasil kerja keras dan usaha kita, imbuh mahasiswa jurusan Akuntansi UMY 2011. (Mujib)