SEKOLAH PASAR MODAL: Mari Investasi
Sekolah pasar modal ini dihadiri oleh Tim Edukasi
dari Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Kliring
Penjaminan Efek Indonsia KPEI, Analyst PT First Asia Capital Indonesia serta
Brance Manager PT First Asia Capital Yogyakarta
Syarifuddin selaku pembicara dari Kustodian
Sentral Efek Indonesia KSEI mengungkapkan bahwa jumlah investor di Indonesia
sebanyak 350.000 dikategorikan sedikit jika dibandingakan dengan jumlah penduduk
Indonesia yang tergolong masyarakat konsumtif. Masyarakat awam mengeria menanam
investasi itu tidak aman sehingga jumlah investor di Indonesia sedikit. Beliau
meyakinkann “investasi dalam bentuk saham itu jelas, kuncinya adalah paham
tentang cara menanam saham”. Harapannya setelah acara sekolah pasar modal ialah semakin banyak yang mau berinvestasi,
tambah Syarifuddin.
Dalam diskusi sekolah pasar modal, Bapak Irvan
Noor Riza selaku perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan investasi
merupakan penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk
tujuan memperoleh keuntungan serta komitmen
pengolahan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan memperoleh
sejumlah keuntungan dimasa mendatang.
Noor Riza mengatakan di Yogyakarta banyak kasus
investasi bodong, hal inilah yang menyebabkan masyarakat tidak mau
investasi saham. Beliau menambahkan manfaat investasi dalam bentuk saham pertama, proteksi terhadap gejolak inflasi (melindungi
kekayaan/aset), kedua, peningkatan nilai
kekayaan/aset di masa yang akan datang, ketiga, mengantisipasi ketidak
pastian pendapatan di masa yang akan datang.
“Acara tersebut sangat mengesankan dan bermanfaat
bagi kita sebagai mahasiswa yang ingin sukses kedepanya dalam investasi” kesan
Handy Yuniar salah satu perserta sekolah
pasar modal. Tanamkan jiwa investor sedini mungkin agar kita kelak kita bisa
menikmati hasil kerja keras dan usaha kita, imbuh mahasiswa jurusan Akuntansi
UMY 2011. (Mujib)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar