Rabu, 19 Maret 2014

BANDARA ADJISUTJIPTO: WAKTUNYA SHOLAT



Perhatian, sudah saatnya memasuki waktu sholat magrib untuk daerah Yogyakarta, sekali lagi sudah saatnya memasuki waktu sholat magrib untuk daerah Yogyakarta, terimakasih. Seperti itulah yang terdengar di Bandara Internasional Adjisutjipto Yogyakarta, Rabu (19/3).

Terasa aneh mendengar pengumuman informasi yang menyampaikan waktunya untuk sholat saat berada di bandara. Mengingat bandara merupakan tempat umum yang tak terbesit dalam benak sekalipun informasi seperti itu akan disampaikan. “ini hanya terjadi di bandara Yogyakarta saja dibandara Jakarta saja gak ada”, ungkap Alif pengunjung yang baru datang dari Jakarta.

Hal ini sejalan dengan langsung penuhnya tempat sholat di bandara. Salah satu makmum sholat magrib mengungkapkan bahwa semua terasa akan tenang jika sudah melaksanakan sholat serunya. Namun, yang menjadi keluhan adalah tempat sholat yang sempit serta tempat wudhu yang tidak ada khusus untuk muslimah. (MJ)

Senin, 17 Maret 2014



NO - Data mengatakan bahwa dari 250 juta pendudukan Di Indonesia hanya 1,25% yang menjadi pengusaha artinya hanya sekitar 3,25 juta penduduk yang mempunyai usaha memproduksi barang sisanya hanya sekedar mengkonsumsi saja. Oleh karena itu, Indonesia merupakan merupakan pasar yang empuk bagi pengusaha dan investor asing yang bebas masuk menguasai perekonomian nasional.
Seperti itulah apa yang disampaikan oleh Shofa Al Farisi Latief, S.IP yang merupakan owner “mlaku2” Oblong Souvenir Jogja sekaligus alumni Hubungan Internasional UMY 2010 dalam Seminar Entrepreneur Motivasi dan Hipnoterapi yang diadakan oleh Koperasi Mahasiswa (KOPMA) dengan mengusung tema “Lejitkan Mimpimu Raih Kesuksesanmu” di AR. Fachrudin B Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu(26/10)
 Dalam seminar tersebut juga di isi oleh Ibu Noor Liesnani Pamela pemilik supermarket terbesar “Pamela” di Jogja bersama Prof., Dr. Heru Kurnianto Tjahjono, SE., M.M dosen S3 UMY yang menyampaikan Motivasi Kepemimpinan Intrapersonal dan Hipnoterapi di penghujung acara.
Shofa juga memaparkan bahwa tidak semua orang yang berusaha atau melakukan usaha itu seorang entreprenuership karena pada dasarnya kunci entrepreneur menghasilkan growth yakni pertumbuhan dan perkembangan pendapatan dalam hal melakukan usaha. Selain itu,  memulai usaha tidak lepas dari 3M, memulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, mulai dari sekarang dan 3M yang lain adalah motivasi yang kuat, mind set yang tepat dan make it. Disisi lain, untuk memulai usaha tidak lepas dari modal, seorang pengusaha tidak lepas dari DUIT yaitu Doa, Usaha, Ikhtiar dan Tawakal.
Ibu Pamela yang memulai usaha dalam bidang pemenuhan sandang dan pangan sejak tahun 1979-an menambahkan bahwa dalam memulai bisnis tidak lepas dari langkah-langkah untuk mengawali usaha. “Seorang pengusaha harus mempunyai pertama, keyakinan bahwa bisnis yang dilakukan harus menang. Keyakinan ini penting untuk mendasari pola pikir dalam berusaha. Kedua, pengusaha harus mempunyai sifat mau belajar dalam berbisnis. Ketiga, tentukan pilihan bisnis yang tepat menurut pengusaha. Keempat, lakukan segera dan tekuni” tandas pemilik tujuh cabang supermarket terbesar jogja sekaligus ibu yang sudah memiliki sepuluh orang cucu.
“Seorang pengusaha dalam memimpin harus mempunyai pengaruh yang tak lepas dari dua poin yaitu, position power dan personal power” jelas Prof., Heru mengenai pentingnya keberadaan kekuatan posisi dan kekuatan personal dalam diri pengusaha yang mana dapat mempengaruhi sukses atau tidaknya usaha yang dijalankannya.
Di penghujung acara Prof. Heru juga melakukan hipnoterapi yang bertujuan untuk menghilangkan energi-energi negatif serta menyebarkan energi-energi positif kesesama peserta seminar. “saya sangat senang mengikuti acara ini, disamping kita mendapat ilmu tentang entrepreurship kita juga bisa mendapatkan terapi mental di akhir acara”, kata Riswandi peserta seminar sekaligus mahasiswa Ekonomi Akuntansi UMY. (thon/MJ)


NO - Perusahaan swasta sudah menguasai sektor ekonomi Indonesia yang berarti orang asing-lah yang menguasai negeri yang melimpah akan sumber daya alamnya. Mengingat perjuangan para pahlawan Indonesia yang telah berjasa memperjuangkan darah dan nyawa hanya untuk kemerdekaan negaranya serasa sudah lupa bahwa Negara ini sudah dikuasai oleh perusahaan asing. Salah satu cara untuk memiliki Negara ini lagi adalah dengan berinvestasi membeli saham perusahaan asing. 
 
Seperti itulah yang disampaikan oleh Hery Gunawan Muhammad selaku kepala koordinator wilayah Jawa Tengah First Asia Capital, dalam acara Sosialisasi Acuan Kepemilikan Sekuritas (AKSes) oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di gedung AR. Fahruddin B Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Jumat (15/11). 
Dalam sosialisanya tentang AKSes, Hery memaparkan tentang pentingnya transparansi dalam penyimpanan aset dan saham. Selain itu, ia juga meyakinkan bahwa investasi yang mereka maksudkan ini dapat dipercaya karena dipantau setiap saat. “Para investor harus tahu tentang asetnya disimpan, transparasi tentang dimana sahamnya berada juga musti paham dan investasi ini bukan investasibodong karena mereka punya transparasi dan bisa langsung dipantau setiap saat serta dibawahi langsung oleh menteri keuangan” paparnya.
Hery menambahkan bahwa acara sosialisasi ini adalah  serangkaian dari aksi 1000 investor yang akan diadakan tanggal 21 November 2013 di Sportorium UMY dengan mahasiswa sebagai sasaran utamanya.”Sasaran kami adalah mahasiswa supaya mereka pro-aktif di pasar modal dengan membeli saham-saham perusahaan public maupun swasta” tandasnya.
Salah satu peserta sosialisasi mengungkapkan tentang pentingnya mengetahui langkah dalam berinvestasi. “Sangat bermanfaat sekali untuk tahu bagaimana langkah yang harus diambil dalam berinvestasi di pasar modal, supayangga’ ketipu. Disisi lain harapan saya pribadi ingin membeli semua perusahaan asing supaya kami bisa menikmati dengan puas sumber daya alam maupun manusia yang bangsa ini punya.” Ungkap Wahyu, mahasiswa Akuntansi 2011 saat diwawancarai diakhir acara. (thon/MJ)


NO- Kepanduan Hizbul Wathon harus mempunyai prinsip 1% teori kemudian sisanya 99% berkeringat dalam hal ini buktikan dengan aksi untuk masyarakat karena mereka membutuhkan bukti kerja bukan hanya sekedar teori dalam kelas.
            Seperti itulah yang disampaikan oleh Prof. Bambang Cipto selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dalam sambutan pelantikan Hizbul Wathon (HW) yang mengusung tema ‘Perkuat Barisan Dalam Ukhuwah Islamiyah’, bertempat di gedung AR. Fachrudin B lt.5 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ahad (15/12).
Acara pelantikan tersebut dihadiri oleh Dede Haris Sunarno selaku Pimpinan Hizbul Wathon wilayah Muhammadiyah. Dede menyampaikan pesan, bahwa pendirian HW Qobilah UMY yang pertama kalinya ini diharapkan agar pengurus yang telah dilantik dapat menjaga amanah yang telah diberikan kepada mereka, salah satunya adalah dengan membuktikannya melalui perbuatan dan tindakan.
“perlu diperhatikan bahwa amanah yang diemban harus dijaga dan dibuktikan dalam aktivitas sehari-har,i bahwa HW tidak hanya berhenti diucapan saja tapi juga aksi nyata” paparnya.
Dimas selaku Pimpinan HW terpilih, mengharapkan minat mahasiswa akan meningkat dalam mengikuti kegiatan kepanduan ini, karena HW sendiri merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa yang langsung dibawahi oleh UMY. Selain itu, diharapkan HW qobilah UMY yang baru saja berdiri ini dapat terus berkembang menjadi lebih baik dalam hal pengaplikasian setiap kegiatannya.
“HW sendiri merupakan unit kegiatan mahasiswa yang langsung dibawah kampus, harapannya minat mahasiswa dapat bertambah serta dalam implementasi kegiatan HW sendiri semoga nantinya dapat lebih tertata lagi.” ungkap Dimas. (Thon/MJ)

TAPAK SUCI NATIONAL CHAMPIONSHIP UMY OPEN: LATIH SPORTIFITAS REMAJA




Sportifitas sangat erat kaitannya dengan sifat jujur. Tentunya sifat jujur ini akan dibawa para peserta dalamkehidupan sehari-hari, terlebih dalam hal pendidikan. Siswa,sedini mungkin harus dilatih jujur agar terhindar dari kegiatan “menyontek” di sekolah.  
Demikianlah yang disampaikan oleh Dahlan Rais selaku Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam Pembukaan acara Tapak Suci National Championship UMY Open 2013, yang turut dihadiri oleh Rektor UMY Bambang Cipto, MA beserta Pimpinan Pusat Tapak Suci, M. Afnan Zamhari P.Ua di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ahad (29/12).
Tapak Suci National Championship yang diselenggarakansebagai ajang untuk melatih sportifitas bagi remaja SMA dalam bidang olahraga seni bela diri ini dilangsungkan dari 29 Desember hingga 2 Januari 2014, dan diikuti oleh 477 peserta dari 65 kontingen seluruh Indonesia.
Dahlan juga mengungkapkan bahwa dalam memaknai sebuah pertandingan, kemenangan bukanlah menjadi tujuan terakhir namun bagaimana seorang atlet dapat belajar untuk bersikap sportif terhadap lawan.
 “Menjadi pemenang dalam kejuaraan ini bukanlah tujuan akhir, akan tetapi bagaimana supaya atlet dapat mengakui serta menghargai lawan”, ungkapnya.
M. Afnan Zamhari PUa. selaku Pimpinan Pusat Tapak Suci menambahkan bahwa acara ini pada dasarnya dilaksanakan sebagai alat untuk mempererat tali persaudaraan sesama anggota Tapak Suci dan Muhammadiyah. “acara ini mempererat tali silaturahmi anggota tapak suci dan muhammadiyah dan juga sebuah ajang evaluasi pembinaan dan pendidikan Muhammadiyah
Afnan menambahkan harapannya bahwa dengan diadakannya Tapak Suci National Championship UMY Open ini dapat memunculkan tokoh-tokoh yang kuat bukan hanya fisik namun akal juga aqidah “harapan dari diadakanya Tapak Suci National Championship UMY Open ini dapat menjadi bukti bahwa Tapak Suci masih eksis keberadaanya serta dari sini muncul tokoh-tokoh yang kuat fisik, akal serta aqidah untuk kemajuan bangsa“ kata Afnan. (MJ)